assalamua'laikum wr.wb''''
I am an Indonesian who want to voice their simplicity.
Suppose the current era of so many people who do not hesitate to spend money to jutaaan dollar in the club scene in a matter of minutes, but when there are our brothers and sisters of the affected and their needs pertolangan we mengeluarakan only several tens of thousands of dollars just , and even then in the formal occasions only, so the crowd can be seen to increase in popularity mereka.I`m is not generous because I have keterbatsan, but seeing something like that the above makes my heart sad and asked, is there a conscience in us all?
The sound of sirens in the kelilingkan alleyways 5 to 7 children kilogram-meter walk, carrying boxes of instant noodles used came from door-to door neighbors, asking, `` Who's sick? Dead,?? Where there is a disaster,?? Ning atun put new money denominations of 2000, and the kids briefly explain what the objectives of their tour.
3 hour tour. Rupiah coin denominations for coins, sheets are stacked so the total will be given to a family tragedy, this is a quick example of social in our Surabaya osowilangun village pond, and I'm sure in other places are still there, a clear concern in a community, will help the sovereignty of the nation, so to speak pack muezzin in his speech when instructed to goin the petakziah ...
wassalam wassalam
Minggu, 14 Februari 2010
Rabu, 10 Februari 2010
MEMANDANG PANTURA HIJAU TANPA REKLAMASI
Pantai utara yang membentang di garis sepadan pulau jawa membutuhkan 3000 juta tahun lamanya untuk ber-konservasi sehingga menjadi kekuatan garis daratan bumi kita sekarang ini. Sebuah konservasi yang dipenuhi suaka dan biota serta berbagai kehidupan yang menjadikan nelayan dan ibu-ibu penjual ikan di berbagai pasar bisa survive guna menopang sandang,pangan , pendidikan anak-anaknya, sebuah masarakat marhaen (orla), Madani ( orba ),Bisa ( orlaba) begitu kira kira yang diharapkan oleh penghuni bangsa ini. sungguh menajubkan,seandainya bisa kita pertahankan garis konservasi kita kedepan. Setiap detik limbah beracun dapat diresap, setiap kali badai topan bisa dihadang oleh kokohnya tanjang dan Si api-api. Teman-teman komunitas Osowilangun sedikit demi sedikit menanam bibit bakau hingga ratusan meter membentang kearah utara pulau galang surabaya. Dan itu sudah 10 tahun yang lalu sambil teriak-teriak STOP REKLAMASI diberbagai forum AMDAL . 2009 disambut bapak Fatkhur Rochman kepala desa sukorejo-Gresik dengan membeli 5000 bibit bakau , ditebar sepanjang kali lamong untuk mengingatkan bahwa tak selamanya bumi ,air, tumbuhan milk kita sendiri karena ada anak cucu kita nanti, TOLAK REKLAMASI berlanjut , dibentangkan poster dan ratusan pemuda dalam satu aksi massa Forum Kota Gresik yang dikawal mas Yudi Santoso mengeksekusi setiap gerakan reklamasi di tahun 2010 bahwa pantai gresik harus cantik tanpa Reklamasi, amin ya robbal alamin. kita mungkin tidak menyadari bahwa setiap keputusan yang kita ambil, baik individu maupun kelompok mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung bagi keselamatan konservasi alam kita, dan menjadi tanggung jawa setiap orang untuk mengembalikan konservasi kita guna memandang pantura hijau tanpa urukan tanah untuk industri yang jauh dari dari konsep nelayan dan ibu-ibu penjual ikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
